RENOP Fakultas Pertanian

RENCANA OPERASIONAL (RENOP) 2016-2020
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PENGANTAR
     Presiden pertama republik Indonesia mengatakan pangan merupakan harga mati, dan pertanian merupakan jati diri bangsa. Mati hidupnya suatu bangsa tergantung pangan dan bagaimana bangsa Indonesia membangun pertaniannya. Saat ini, Indonesia mengalami kondisi dimana lahan pertanian menjadi sempit, nelayan dan petani banyak yang miskin. Harga gabah dijual rendah, sehingga timbul banyak permsalahan yang timbul terkait pertanian di Indonesia. Belum selesainya urusan garam dan impor impor bahan pokok membuat pertanian terpojok di negeri dimana semua bahan pangan bisa tumbuh. Di era MEA saat ini, Indonesia juga harus bersaing dengan Negara ASEAN lainnya, barang dan hasil pertaniannya mudah masuk ke Indonesia sehingga Indonesia harus bisa bersaing.
  Berbagai permasalahan itu sesungguhnya mudah diselesaikan dengan pertanian yang berkelanjutan. Pembangunan berbasis upaya pengingaktan pertanian tentunya juga memberikan
solusi untuk ketahanan di masa yang akan datang. Terutama Provinsi Banten yang merupakan provinsi termuda yang tetunya pada tahun 2020 dapat bonus demografi yang tentunya juga akan
mempengaruhi soal pangan. Sampai saat ini, Banten masih kekurangan produksi serelia dan juga
pengembangan perikanan, sehingga Fakultas Pertanian Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa mempunyai peran penting dalam menyelesaikan hal tersebut. Fakultas pertanian Untirta harus
mampu menghasilkan lulusan yang langsung siap terjun di masyarakat dan mempunyai etos kerja yang tinggi di bidang pertanian.
   Untuk menghadapi tantangan tersebut fakulta pertanian menyikapi perubahan tersebut dengan merumuskan kebijakan-kebijakan yang mampu memberikan solusi. Dalam menyikapi perubahan pendidikan dewasa ini, dan juga melihat potensi pertanian di Provinsi Banten maupun nasional, maka fakultas pertanian Untirta merumuskan hal hal strategis melalui perencanaan dan analisis SWOT yang disesuaikan dengan arah visi misi Untirta yang dijabarkan kembali melalui visi misi Fakultas Pertanian.
Alhamdulillah puji Syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah sehingga tersusunnya Rencara Operasional (Renop) Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FAPERTA – UNTIRTA) 2016 – 2020. Renop ini disusun dengan pijakan hasil-hasil yang telah dicapai oleh pimpinan pada periode sebelumnya, dengan mempertimbangkan adanya perubahan dan perkembangan faktor internal maupun eksternal serta berdasarkan visi dan misi Fakultas Pertanian, yang akan digunakan sebagai pedoman dasar dalam pelaksanaan kegiatan di Fakultas Pertanian Untirta tahun 2016 – 2020.
    Sebagai penjabaran dari arah kebijakan Renop Faperta 2016 – 2020, Renop ini disusun dalam rangka melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan mengacu pada penguatanpenguatan terhadap akses,kualitas,kemampuan kompetitif dan relevansi seagaimana tercantum dalam Renstra Kemristekdikti 2015-2019. Sebagai informasi, arah kebijakan Renstra telah diharmonisasikan dengan upaya pencapaian visi dan misi Untirta dalam menuju universitas berstandar internasional dengan keunggulan komparatif dalam bidang pertanian tropika basah dengan menyesuaikan pada isu-isu strategis Pertanian Nasional maupun Provinsi Banten,yaitu: ketahanan pangan, pertanian terpadu yang berkelanjutan (agroindustri), pelestarian plasma nutfah, penerapan masyarakat ekonomiASEAN (MEA),Kebijakan Ilegal Fishing dan produk perikanan yang berdaya saing serta globalisasi dan perdagangan bebas produk-produk hasil pertanian.
    Renop disusun sesuai dengan Sasaran Strategis pada Renstra Faperta disusun berdasarkan pedoman Standar Nasional Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan akreditasi program-jurusan di lingkungan Faperta Untirta. Untuk itu, Renop ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan Faperta Untirta dan unit-unit pelaksana yang berada di bawahnya.

Selengkapnya..Klick