Slider

Kenalkan Teknologi Pangan di acara Open House Faperta 2018

Diterbitkan oleh Beritaharian Orange

OrangeNews (10/4) – Open House Fakultas Pertanian (FAPERTA) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang diadakan di lingkungan mahasiswa Faperta Untirta. Open house tahun ini di inisiasi oleh BEM Faperta serta KBM Faperta yang diselenggarakan di Auditorium Gedung B Untirta. Dalam acara tersebut terdapat diskusi interaktif seputar informasi terbaru Faperta, pengenalan jurusan baru serta pengukuhan ormawa di lingkungan Faperta. read more

Ikan Kembung Sumber Protein Yang Sehat dan Murah

Sumberdaya ikan pelagis kecil merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang cukup melimpah dan banyak ditangkap untuk dijadikan konsumsi masyarakat di Indonesia maupun dunia. Salah satu sumberdaya ikan pelagis kecil yang banyak disukai adalah ikan kembung (Rastrelliger spp.). Genus Rastrelliger terdiri dari tiga spesies yaitu R. brachysoma, R. kanagurta dan R. faughni, namun di Indonesia R. faughni tidak komersil seperti R. kanagurta dan R. brachysoma. Masyarakat Indonesia mengenal R. kanagurta dengan nama kembung laki atau kembung banjar sedangkan R. brachysoma dikenal dengan nama kembung perempuan atau kembung peda atau kembung gepeng. Di Indonesia, volume produksi R. brachysoma pada tahun 2011 sebesar 291.863 ton. Ikan ini merupakan komoditas dengan volume produksi tertinggi ke-3 dibawah ikan layang (Scad) 405.808 ton dan ikan Cakalang (Skipjack tuna) 372.211 ton (KKP 2012). Filipina merupakan negara dengan volume produksi R. brachysoma tertinggidi dunia,yaitu 347.163 ton (FAO 2012). read more

Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Energi Alternatif Biogas

Eichornia crassipes atau biasa dikenal dengan nama eceng godok merupakan tumbuhan yang hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Eceng gondok pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon, Brasil. Awalnya didatangkan ke Indonesia pada tahun 1894 dari Brazil untuk koleksi Kebun Raya Bogor. Ternyata kemudian tumbuhan ini menyebar luas ke beberapa perairan di Indonesia karena kemampuannya menyerap nutrient terutama nitrogen, fosfat dan potasium juga logam-logam berat seperti Cr, Pb, Hg, Cd, Cu, Fe, Mn, Zn dengan baik.  read more

Tanaman “Kokoleceran” Endemik Banten Yang Terancam Punah

  1. SEJARAH SINGKAT

    Kokoleceran (Vatica bantamensis) merupakan flora identitas provinsi Banten. Namun, tanaman kokoleceran merupakan tanaman langka yang keberadaannya sangat misterius. Saat ini, kokoleceran termasuk dalam status konservasi “Endangered” (Terancam Punah). Oleh karena itu, diperlukan upaya pemerintah dan masyarakat dalam upaya melestarikan tanaman kokoleceran.
  2. JENIS TANAMAN

Sistematika tanaman Kokoleceran adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Filum: Tracheophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Vatica
Species: Vatica bantamensis
Binomial name Vatica bantamensis (Hassk.) Benth. & Hook.ex Miq

     Kokoleceran merupakan pohon yang mampu mencapai tinggi hingga 30 m. Pada bagian batang yang muda memiliki bulu-bulu halus dan lebat. Daun kokoleceran menjorong atau melanset, dengan tangkai daun yang panjangnya mencapai 2.2 cm. Perbungaannya malai dan terdapat di ujung daun atau di ketiak daun. Bunga kokoleceran panjangnya mencapai 7 cm. Buah tanaman endemik ini agak bulat dan mempunyai tangkai yang pendek sekitar 5 mm panjangnya. Pada buahnya terdapat biji yang berdiameter mencapai 1 cm. Cara perkembangbiakan pohon Kokoleceran adalah dengan biji.          read more

Gebyar Pertanian 2014 Fakultas Pertanian – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Gebyar pertanian  Tahun 2014 merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa selama empat hari yang merupakan bentuk pembinaan dari Fakultas Pertanian terhadap pengembangan soft skill mahasiswa.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 21 November 2014 dengan tema “Meraih Pertanian Unggul dengan Kearifan Lokal”. read more

Kerjasama Penelitian Fakultas Pertanian – IPB – Nice Belanda “Pembinaan UMKM (Usaha Menangah, Kecil dan Mikro) di Provinsi Banten”

Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerjasama dengan NICE Belanda melalui Institut Pertanian Bogor melakkan penelitian dalam rangka pengembangan Usaha Kecil Menengah, Kecil dan Mikro di Provinsi Banten dengan fokus pengembangan usaha “Sate Bandeng”. Dipilihnya sate bandeng sebagai fokus penelitian, dikarenakan produk ini merupakan produk khas Provinsi Banten yang jika dikembangkan lebih jauh mempunyai daya saing yang cukup tinggi baik tingkat regional dan internasional. read more

Pokok-pokok Pikiran Revitalisasi Pertanian dan Pembangunan Sistem Distribusi Produk Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan dalam 5 Tahun Kedepan

Pokok-pokok Pikiran Revitalisasi Pertanian dan Pembangunan Sistem Distribusi Produk Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan dalam 5 Tahun Kedepan

Sumber: www.Poskomas.com (6 Maret 2014)

I.

Tujuan Pembangunan Pertanian dan Sistem distribusi .

1.

Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia yang kuat (pada 2019) dan berkelanjutan.

2.

Meningkatkan Pendapatan masyarakat pertanian sebesar > 4.000 USD/kapita/tahun pada 2019.

II.

Tugas Pembangunan Pertanian.

1.

Kementerian Pertanian.

Penataan sentra produksi pertanian/pangan dengan kelembagaan petani berbentuk  korporasi, dengan kegiatan utama:

a.

Fokus pada pengembangan komoditi pertanian/pangan strategis/pokok dan menentukan sentra2 produksi utama, menyediakan lahan produksi yang cukup

b.

Pengembangan bibit2 unggul, tekonologi produksi yang efisien ramah dan berkelanjutan.

2.

Kementerian Perdagangan.

Penataan system distribusi komoditi pertanian/pangan berjaringan nasional yang kuat.

a.

Membangun system distribusi komoditi pertanian/pangan strategis/pokok berjaringan nasional dengan membangun pusat distribusi/pasar komoditi berjaringan nasional.

b.

Membangun system distribusi yang menjamin distribusi pendapatan yang adil bagi pelaku usaha tani

c.

Membangun system informasi yang terintegrasi dengan sentra produksi komoditi strategis dan pusat distribusi.

d.

Mengembangkan simpanan cadangan pangan nasional melalui pusat distribusi  dan menyalurkannya pada saat tertentu dan jumlah tertentu cepat, aman dan terjangkau.

3.

Kementerian Pekerjaan Umum.

Penataan infrastruktur dikawasan sentra produksi untuk melancarkan proses produksi.

a.

Membangun Jalan usahatani disentra produksi, jalan raya menuju pusat distribusi.

b.

Membangun jaringan irigasi dan pengembangan teknologi irigasi yang efisien dan efektif.

4.

Kementerian Perhubungan.

Penataan system transportasi barang yang cepat, murah dari sentra produksi kepusat-pusat distribusi komoditi pangan secara nasional.

5.

Kementerian  Perindustrian.

Pengembangan industry disentra produksi pangan.

a.

Menumbuhkan Industry sarana produksi dan alat pertanian tepat guna disentra-sentra produksi.

b.

Mengembangkan Industry untuk mengolah produk-produk pertanian/pangan yang tidak layak dijual segar dan kelebihan produk pada saat panen raya.